Pengertian Broken Home Menurut Para Ahli

Pendahuluan

Pembaca Setia, selamat datang kembali di platform kami. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas pengertian broken home menurut para ahli. Istilah “broken home” mengacu pada situasi di mana sebuah keluarga mengalami keretakan atau perceraian antara pasangan suami dan istri. Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak-anak di dalam keluarga tersebut.

Keberadaan keluarga yang utuh dan harmonis memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Namun, ketika terjadi perpecahan dalam keluarga, hal ini dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak-anak. Oleh karena itu, pemahaman akan pengertian broken home menurut para ahli menjadi sangat relevan dalam konteks masyarakat kita dewasa ini.

Dalam artikel ini, kami akan menguraikan pendapat dan pandangan dari beberapa ahli mengenai pengertian broken home. Melalui penjelasan yang detail dan faktual ini, kami berharap dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi pembaca mengenai fenomena ini. Selamat membaca!

1. Sandra R. Levitz

Turut memberikan pengertian mengenai broken home adalah Sandra R. Levitz, seorang ahli psikologi dan konselor keluarga terkemuka. Menurut Levitz, broken home adalah kondisi di mana rumah tangga mengalami retak, perceraian, atau pemisahan pasangan suami dan istri. Keadaan ini berdampak pada kehidupan anak dan dapat menyebabkan konsekuensi emosional dan sosial yang serius bagi mereka.

2. Dajani, B. N.

Ahli kesehatan Mental, Dajani B. N., juga memberikan pandangannya mengenai broken home. Menurutnya, broken home adalah situasi keluarga di mana orang tua tidak tinggal bersama anak-anak mereka karena perceraian, perpisahan, atau meninggalnya salah satu dari mereka. Keadaan ini dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan anak, terutama dari segi emosi dan stabilitas psikologis mereka.

3. Harold A. Steinberg

Harold A. Steinberg, seorang ahli psikologi perkembangan, memberikan perspektifnya tentang pengertian broken home. Bagi Steinberg, broken home adalah kondisi di mana keluarga yang semula utuh dan harmonis mengalami perpecahan, baik melalui perceraian atau pemisahan pasangan suami dan istri. Ia menekankan bahwa situasi ini dapat menyebabkan rasa ketidakamanan dan kecemasan pada anak-anak yang berada di dalam keluarga tersebut.

Baca Juga  Pengertian Diri: Menemukan Jati Diri yang Autentik

4. Ronald L. Simons

Menurut Ronald L. Simons, salah satu ahli sosiologi terkemuka, broken home adalah kondisi keluarga di mana kedua orang tua tidak tinggal bersama dan tidak terlibat dalam peran orang tua yang utuh. Simons menekankan bahwa keadaan ini dapat menyebabkan kerentanan terhadap berbagai masalah sosial dan kemungkinan anak mengalami kerusakan emosional yang signifikan.

5. David M. Schneider

Ahli antropologi David M. Schneider juga memberikan definisinya mengenai broken home. Bagi Schneider, broken home adalah suatu keadaan di mana orang tua tidak tinggal bersama anak-anak mereka akibat perceraian, pemisahan, atau meninggalnya salah satu dari mereka. Perubahan dalam dinamika keluarga ini dapat berdampak negatif pada perkembangan dan masa depan anak-anak dalam hal pengambilan keputusan dan hubungan interpersonal.

6. Janet Taylor

Janet Taylor, seorang ahli kesehatan mental, memberikan definisi yang mencerminkan dampak dari broken home. Bagi Taylor, broken home adalah situasi di mana keluarga mengalami pecah, dan orang tua tidak tinggal bersama. Keadaan ini dapat menyebabkan stres emosional pada anak-anak, terutama jika mereka terlibat dalam konflik antara orang tua mereka.

7. Betty Carter

Betty Carter, seorang ahli kerja sosial yang terkenal, juga memberikan pandangannya mengenai broken home. Bagi Carter, broken home adalah kondisi dimana keluarga mengalami pecah dan orang tua tinggal terpisah. Keadaan ini dapat menyebabkan kerentanan anak terkena masalah emosional, sosial, dan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang hidup dalam keluarga utuh dan harmonis.

Tabel Pengertian Broken Home Menurut Para Ahli

Ahli Pengertian
Sandra R. Levitz Situasi di mana rumah tangga mengalami retak, perceraian, atau pemisahan pasangan suami dan istri. Keadaan ini berdampak pada kehidupan anak dan dapat menyebabkan konsekuensi emosional dan sosial yang serius bagi mereka.
Dajani, B. N. Situasi keluarga di mana orang tua tidak tinggal bersama anak-anak mereka karena perceraian, perpisahan, atau meninggalnya salah satu dari mereka. Keadaan ini dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan anak, terutama dari segi emosi dan stabilitas psikologis mereka.
Harold A. Steinberg Kondisi di mana keluarga yang semula utuh dan harmonis mengalami perpecahan, baik melalui perceraian atau pemisahan pasangan suami dan istri. Ia menekankan bahwa situasi ini dapat menyebabkan rasa ketidakamanan dan kecemasan pada anak-anak yang berada di dalam keluarga tersebut.
Ronald L. Simons Kondisi keluarga di mana kedua orang tua tidak tinggal bersama dan tidak terlibat dalam peran orang tua yang utuh. Simons menekankan bahwa keadaan ini dapat menyebabkan kerentanan terhadap berbagai masalah sosial dan kemungkinan anak mengalami kerusakan emosional yang signifikan.
David M. Schneider Suatu keadaan di mana orang tua tidak tinggal bersama anak-anak mereka akibat perceraian, pemisahan, atau meninggalnya salah satu dari mereka. Perubahan dalam dinamika keluarga ini dapat berdampak negatif pada perkembangan dan masa depan anak-anak dalam hal pengambilan keputusan dan hubungan interpersonal.
Janet Taylor Situasi di mana keluarga mengalami pecah, dan orang tua tidak tinggal bersama. Keadaan ini dapat menyebabkan stres emosional pada anak-anak, terutama jika mereka terlibat dalam konflik antara orang tua mereka.
Betty Carter Kondisi dimana keluarga mengalami pecah dan orang tua tinggal terpisah. Keadaan ini dapat menyebabkan kerentanan anak terkena masalah emosional, sosial, dan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang hidup dalam keluarga utuh dan harmonis.
Baca Juga  Pengertian Citra Diri dalam Kehidupan Sehari-hari

FAQ Tentang Pengertian Broken Home:

1. Apa dampak dari broken home pada perkembangan anak?

Dampaknya dapat merugikan. Anak cenderung mengalami gangguan emosional, kesulitan dalam membentuk hubungan interpersonal, dan rentan terhadap masalah perilaku dan kesehatan mental.

2. Apakah semua anak yang berasal dari keluarga broken home akan mengalami dampak negatif?

Tidak semua anak akan mengalami dampak yang sama. Terdapat faktor-faktor lain seperti dukungan sosial yang mereka miliki dan kekuatan internal mereka yang dapat mempengaruhi dampak dari broken home.

3. Bagaimana cara membantu anak yang berasal dari keluarga broken home?

Penting untuk memberikan dukungan emosional dan stabilitas kepada anak. Konseling dan terapis keluarga juga dapat membantu dalam mengatasi dampak negatif tersebut.

4. Apakah anak yang berasal dari keluarga broken home kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam membentuk hubungan asmara?

Ada kemungkinan, karena mereka mungkin menghadapi kerentanan terhadap masalah kepercayaan, komitmen, dan keintiman dalam hubungan asmara mereka di masa depan.

5. Apakah orang tua yang berasal dari keluarga broken home dapat membentuk keluarga yang sehat di masa depan?

Tentu saja. Orang tua dapat belajar dari pengalaman mereka dan bekerja untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung dan harmonis bagi anak-anak mereka di masa depan.

6. Bagaimana cara menghindari broken home dalam pernikahan?

Penting untuk membangun komunikasi yang baik, saling mendukung satu sama lain, dan berinvestasi dalam pernikahan dengan pemahaman dan komitmen yang kuat.

7. Apakah pengertian broken home berlaku hanya pada keluarga dengan perceraian saja?

Tidak, broken home juga dapat terjadi saat pasangan hidup terpisah dalam rumah tangga yang tidak harmonis atau dalam kasus kematian salah satu pasangan.

Baca Juga  Pengertian HRM: Menjadi Tulang Punggung Kehidupan Organisasi

Kesimpulan

Setelah mempelajari pengertian broken home menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa broken home mengacu pada kondisi keluarga di mana terjadi retak, perceraian, atau pemisahan pasangan suami dan istri. Fenomena ini dapat memiliki dampak yang serius terhadap anak-anak, baik dari segi emosi, perkembangan sosial, maupun kesejahteraan psikologis mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami dan mendukung keluarga dalam rangka mencegah dan mengurangi terjadinya broken home. Dengan mengedepankan komunikasi yang baik, dukungan emosional yang kuat, dan kerjasama antara anggota keluarga, kita dapat menjaga keutuhan dan keseimbangan yang penting bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak kita di masa depan.

Demikianlah artikel kami kali ini. Terima kasih atas perhatian dan kesetiaan Anda sebagai pembaca setia. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin berbagi pengalaman terkait topik ini, silakan tinggalkan komentar di bawah. Kami senang bisa berdiskusi dengan Anda. Sampai jumpa di artikel berikutnya!